<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Blogdetik</title>
	<atom:link href="http://blogdetiku.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogdetiku.blogdetik.com</link>
	<description>Blogdetik tiap detik ngeblog</description>
	<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 03:20:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>DPRD Kabupaten Mamuju Utara</title>
		<link>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/07/18/dprd-kabupaten-mamuju-utara/</link>
		<comments>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/07/18/dprd-kabupaten-mamuju-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 03:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogdetiku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten]]></category>

		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Mamuju Utara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogdetiku.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[DPRD Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengusulkan agar hak guna usaha perusahaan sawit di daerah itu ditinjau ulang karena dinilai telah mencaplok lahan milik masyarakat. Harus dilakukan rekonstruski ulang batas hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan sawit karena dinilai banyak mencaplok lahan milik masyarakat,” kata Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Utara Yaumil RM di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/07/18/dprd-kabupaten-mamuju-utara/">DPRD Kabupaten Mamuju Utara</a>, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengusulkan agar hak guna usaha perusahaan sawit di daerah itu ditinjau ulang karena dinilai telah mencaplok lahan milik masyarakat. Harus dilakukan rekonstruski ulang batas hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan sawit karena dinilai banyak mencaplok lahan milik masyarakat,” kata Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Utara Yaumil RM di Mamuju, kemarin. Dia mengatakan, masyarakat di Mamuju Utara (Matra) sudah sering mengadukan perusahaan yang mengelola perkebunan sawit di Matra yang dipimpin PT Astra Group yang memiliki lima anak perusahaannya.</p>
<p>Sebab perusahaan itu mengelola lahan sawit diduga di luar batas HGU yang dikantonginya. “Sengketa lahan antara perusahaan sawit dan masyarakat telah bermunculan di Kabupaten Matra, karena pe-rusahaan sawit milik PT Astra Group dan lima anak perusahaannya dianggap mencaplok lahan masyarakat karena mengelola sawit di luar batas HGU miliknya,”katanya.<br />
<span id="more-6"></span></p>
<p>Menurut dia, sengketa lahan sawit di Matra di antaranya muncul di Kecamatan Sarudu antara perusahaan PT Letawa dan Mamuang anak perusahaan PT Astra Group sebagai perusahaan sawit terbesar di Matra. “Perusahaan dan ribuan masyarakat di daerah itu, saling klaim lahan sawit yang sudah menghasilkan, bahwa lahan sawit di Kecamatan Sarudu itu adalah milik mereka,”katanya.</p>
<p>Bukan hanya itu, kata dia, suku terasing di Kecamatan Pasangkayu yang dikenal dengan sebutan suku Bunggu,juga bersengketa lahan dengan PT Astra Pasangkayu yang juga anak perusahaan PT Astra Group. Perusahaan sawit di daerah itu juga dituding mengelola sawit di luar batas HGU miliknya. “Suku Bunggu menuding PT Astra Pasangkayu mengelola sawit di luar batas HGU miliknya dibuktikan dengan adanya makam leluhur suku Bunggu.</p>
<p>Di atas lahan sawit yang kini dikelola perusahaan sawit PT Astra Pasangkayu,”katanya. Menurutnya, suku Bunggu merasa diusir dari tanah ulayatnya sejak PT Astra Pasangkayu itu beroperasi mengelola sawit di Kecamatan Pasangkayu sejak tahun 1991. Sehingga suku Bunggu meminta perusahaan yang menguasai tanah leluhurnya mengembalikan tanah yang diklaimnya itu. Demikian informasi dari <a href="http://blogdetiku.blogdetik.com/">Blogdetik</a> yang berjudul DPRD Kabupaten Mamuju Utara.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/07/18/dprd-kabupaten-mamuju-utara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puluhan truk dan puluhan penumpang</title>
		<link>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/14/puluhan-truk-dan-puluhan-penumpang/</link>
		<comments>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/14/puluhan-truk-dan-puluhan-penumpang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 02:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogdetiku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogdetiku.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Puluhan truk dan puluhan penumpang tertahan di Pelabuhan Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari,Kabupaten Bulukumba, kemarin,akibat terjadi cuaca ekstrem.

Tertahannya puluhan truk dan penumpang kapal motor pelabuhan (KMP) tujuan Pamatata,Kepulauan Selayar,maupun Nusa Tenggara Timur (NTT), disebabkan tingginya gelombang laut mencapai antara tiga hingga meter di perairan Selayar. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) kepada pihak Angkutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Puluhan truk dan puluhan penumpang" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/14/puluhan-truk-dan-puluhan-penumpang/" target="_self">Puluhan truk dan puluhan penumpang</a> tertahan di Pelabuhan Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari,Kabupaten Bulukumba, kemarin,akibat terjadi cuaca ekstrem.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Tertahannya puluhan truk dan penumpang kapal motor pelabuhan (KMP) tujuan Pamatata,Kepulauan Selayar,maupun Nusa Tenggara Timur (NTT), disebabkan tingginya gelombang laut mencapai antara tiga hingga meter di perairan Selayar. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) kepada pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bira, Pamatata, cuaca buruk diperkirakan berlangsung hingga Senin (15/1).</p>
<p>Kepala Cabang ASDP Bira dan Pamatata Muh Fitri Natriawan mengatakan, cuaca buruk membuat pihak ASDP mengeluarkan larangan agar KMP tidak berlayar dan menunggu hingga cuaca kembali normal.“Cuaca kali ini cukup ekstrem sehingga kami terpaksa mengeluarkan larangan karena tingginya ombak yang mencapai di atas normal,”katanya kemarin. Pihak ASDP tidak memberlakukan jadwal keberangkatan. Tinggal menunggu cuaca normal, KMP langsung berangkat, seperti KMP Bonto Haru, sudah diberangkatkan subuh kemarin.</p>
<p>“Kalau memberlakukan jadwal dapat dipastikan terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan,”tuturnya. Tingginya ombak di perairan Selayar dijadikan patokan bagi pelayaran di lain di Indonesia. Para nakhoda kapal menganggap ombak di Selat Selayar paling tinggi ombaknya ketimbang selat lain di Indonesia bagian timur.“Tidak heran banyak kapal merapat di selat menunggu informasi ombak di Selat Selayar,”ujarnya.</p>
<p>Cuaca ekstrem dan angin kencang terjadi sejak tiga hari lalu hingga kemarin. Sebelumnya pihak ASDP juga melarang KMP untuk berlayar yang mengakibatkan puluhan truk terpaksa parkir di lokasi pelabuhan dan ratusan menumpang menginap di pelabuhan menunggu cuaca kembali normal. Sementara itu, hujan yang mengguyur daerah hulu Sungai Jeneberangdalamduahariterakhircukup tinggi.Intensitas hujan jauh di atas normal dan cenderung ekstrem.</p>
<p>PPK Sedimen Bawakaraeng Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan- Jeneberang, Haeruddin C Maddi, mengatakan, dari kondisi ekstremnya cuaca saat ini mengakibatkan dua kali terjadi banjir debris atau lumpur pada Rabu (12/1) dini hari. “Pertama tadi malam (Rabu) sekitar pukul 01.00 dini hari dan kedua terjadi pukul 17.00 Wita.Begitu besarnya aliran debris tersebut sehingga sempat melimpas kira-kira satu meter di atas jembatan KD-1 (konsolidasi dam) dan KD- 2,”katanya.</p>
<p>Beberapa jam selama banjir debris akses jalan tersebut dilarang dilintasi masyarakat karena sangat berbahaya. Bahkan akses dari dan ke Kecamatan Parigi untuk sementara ditutup karena ada longsoran di sekitar jalan.Karena itu,masyarakat yang akan ke Kota Malino dan ke pusat Gowa diimbau tidak melalui jalur Parigi atau melintasi KD- 1 dan KD-2 tersebut.</p>
<p>‘’Sebaiknya untuk lebih aman, memanfaatkan Jembatan Daraha di wilayah Lengkese (masih di Kecamatan Parigi). Kami juga mengimbau warga yang bermukim di sepanjang sungai meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi beraktivitas di dekat daerah aliran sungai (DAS),”tuturnya. Demikian catatan online <a title="Blogdetik" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/" target="_self">Blogdetik</a> tentang Puluhan truk dan puluhan penumpang.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/14/puluhan-truk-dan-puluhan-penumpang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STMIK AMIKOM Yogyakarta</title>
		<link>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/03/stmik-amikom-yogyakarta/</link>
		<comments>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/03/stmik-amikom-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 16:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogdetiku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogdetiku.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Bagi STMIK AMIKOM Yogyakarta di tahun 2010 menjadi tahun yang spesial.Alasannya, di tahun tersebut, sejumlah prestasi membanggakan berhasil diraih. Salah satu yang paling menggembirakan adalah naiknya peringkat AMIKOM dalam percaturan perguruan tinggi di level dunia. Hasil riset yang dilakukan Webometrics, peringkat AMIKOM naik dua kali lipat dari posisi 5.900 dunia menjadi 2.317 dunia. Kepala Humas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi <a title="STMIK AMIKOM Yogyakarta" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/03/stmik-amikom-yogyakarta/" target="_self">STMIK AMIKOM Yogyakarta</a> di tahun 2010 menjadi tahun yang spesial.Alasannya, di tahun tersebut, sejumlah prestasi membanggakan berhasil diraih. Salah satu yang paling menggembirakan adalah naiknya peringkat AMIKOM dalam percaturan perguruan tinggi di level dunia. Hasil riset yang dilakukan Webometrics, peringkat AMIKOM naik dua kali lipat dari posisi 5.900 dunia menjadi 2.317 dunia. Kepala Humas AMIKOM Erik Hadi Saputra mengatakan, meski posisinya baru di 2.317 dunia, namun loncatan itu sebagai prestasi yang luar biasa. Sebab,AMIKOM tergolong sebagai perguruan tinggi yang berusia muda yakni 16 tahun pada 11 Oktober lalu.Yang patut diapresiasi positif juga, kata dia, Webometrics menempatkan AMIKOM di posisi 18 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan peringkat 71 di Asia Tenggara.<br />
<span id="more-4"></span><br />
“AMIKOM dibanding perguruan tinggi seperti UGM ataupun ITB, tergolong masih kecil. Tapi prestasi ini sungguh membanggakan, mengingat survei tersebut dilakukan Webometrics yang merupakan lembaga pemeringkatan internasional yang berkantor pusat di Madrid, Spanyol,” katanya kepada SINDO,kemarin. Dalam melakukan pemeringkatan ini, kata dia,Webometrics mendasarkan pada empat kriteria, yaitu visibility, size, rich files, dan google scholar.Visibilitymerupakan penilaian terhadap jumlah total tautan, size penilaian jumlah halaman yang ditemukan, rich files penilaian terhadap kekayaan ragam file,dan google scholaryaitu kemampuan melihat hasil temuan dalam hal penyajian tulisan ilmiah,laporan, dan tulisan akademis.</p>
<p>“Dari empat tolak ukur tersebut, AMIKOM menduduki peringkat satu nasional untuk kategori google scholar,”ungkapnya. Ketua STMIK AMIKOM Prof M Suyanto menambahkan, hasil pemeringkatan Webometrcis, memperlihatkan bahwa AMIKOM menjadi satu-satunya sekolah tinggi yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi ternama, baik di Indonesia maupun Internasional. Bahkan,kini AMIKOM mampu menyejajarkan diri dengan Nanyang Technological University, Singapura. “Dulu cita-cita untuk menyejajarkan diri dengan Nanyang di Singapura hanyalah sebagai mimpi. Tapi faktanya, mimpi itu kini mampu diraih. Targetnya sekarang, kampus ini mampu berdiri sejajar dengan National University of Singapura.</p>
<p>Targetnya bukan waktu pendek.Tapi kami optimis mampu meraihnya,” tandas Suyanto penuh keyakinan. Hasil yang diraihnya ini, kata dia,berkat kerja keras seluruh sivitas akademik AMIKOM, khususnya para dosen yang begitu antusias membuat karya ilmiah.Sudah sejak lama,dirinya selalu berupaya keras mendorong para dosen untuk menyumbangkan pemikiran melalui buku dan karya ilmiah.“Membuat karya ilmiah tidak harus diorientasikan dengan royalti.Royalti akan datang dengan sendirinya ketika karya kita sudah banyak dibaca dan diakui banyak orang. Demikian catatan <a title="Blogdetik" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/" target="_blank">Blogdetik</a> tentang STMIK AMIKOM Yogyakarta.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogdetiku.blogdetik.com/2011/01/03/stmik-amikom-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ranah politik Indonesia</title>
		<link>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/ranah-politik-indonesia/</link>
		<comments>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/ranah-politik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 04:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogdetiku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogdetiku.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Ranah politik Indonesia sepanjang 2010 ini didominasi oleh peran tiga aktor, yaitu kelompok partai politik, Presiden, dan mahasiswa/aktivis. Sementara itu, kelompok lainnya, seperti militer dan pengusaha, jauh di luar arena permainan. Ketiga kelompok strategis tersebut saling terkunci dan mengunci satu sama lain.

&#8220;Akibatnya, politik menjadi deefektif karena energi tiap aktor, utamanya partai politik dan Presiden, terkuras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Ranah politik Indonesia" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/ranah-politik-indonesia/" target="_blank">Ranah politik Indonesia</a> sepanjang 2010 ini didominasi oleh peran tiga aktor, yaitu kelompok partai politik, Presiden, dan mahasiswa/aktivis. Sementara itu, kelompok lainnya, seperti militer dan pengusaha, jauh di luar arena permainan. Ketiga kelompok strategis tersebut saling terkunci dan mengunci satu sama lain.<br />
<span id="more-3"></span><br />
&#8220;Akibatnya, politik menjadi deefektif karena energi tiap aktor, utamanya partai politik dan Presiden, terkuras untuk melakukan manuver politik, baik dalam arti mempertahankan diri maupun melakukan kontestasi,&#8221; kata pengamat politik, Sukardi Rinakit, Kamis (9/12/2010) di Jakarta.</p>
<p>Hampir semua partai, utamanya empat partai yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilu 2009, terkunci oleh suatu kasus pada 2010. Partai Demokrat disandera skandal Bank Century, Golkar oleh kasus mafia pajak Gayus HP Tambunan, PDI-P oleh kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, dan PKS oleh kasus L/C Misbakhun.</p>
<p>&#8220;Masing-masing dari mereka tiarap mana kala kasusnya mencuat dan menjadi diskursus publik,&#8221; katanya.</p>
<p>Situasi seperti ini, kata Sukardi, menyedot energi keempat partai tersebut. Mereka seperti kehilangan fokus. Partai-partai koalisi di dalam Sekretariat Gabungan alias Setgab lebih sibuk memikirkan hal-hal sepele, seperti kocok ulang formasi kabinet daripada mendorong kinerja pemerintah secara keseluruhan.</p>
<p>Sebaliknya, partai-partai oposisi, terutama PDI-P, tidak bergairah terlibat dalam kebijakan-kebijakan pemerintah. Kondisi tersanderanya partai politik memberi ruang bagi Presiden untuk mengunci parpol koalisi. Namun, Sukardi mengatakan, di sinilah ironi politik terjadi.</p>
<p>&#8220;Melihat karakter Presiden yang peragu, partai-partai mitra koalisi justru memanfaatkan Setgab sebagai arena untuk mengontes Presiden apabila kepentingan partai terganggu. Akibatnya, urusan strategis menyangkut manajemen pemerintahan dan ketatanegaraan seperti pemilihan ketua KPK, Komisi Yudisial, Kapolri, dan Jaksa Agung, menjadi berlarut-larut. Karena tekanan partai tersebut, Presiden seperti tersandera dan praktik &#8216;karetisasi&#8217; politik Presiden pun menjadi tak terelakkan,&#8221; kata Sukardi.</p>
<p>&#8220;Karetisasi&#8221; politik ini diperburuk oleh komunikasi Presiden yang high context dan tak efektif. Ini bukan saja membuat publik tidak paham maksud Presiden, tetapi juga memicu konflik. Komentar tentang monarki Yogyakarta, katanya, adalah contoh terakhir dari komunikasi Presiden yang deefektif. Demikian catatan online <a title="Blogdetik" href="http://blogdetiku.blogdetik.com/" target="_blank">Blogdetik</a> tentang Ranah politik Indonesia.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/ranah-politik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/hello-world/</link>
		<comments>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 04:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogdetiku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang <a href="http://blogdetik.com/">Blogdetik.com</a>. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogdetiku.blogdetik.com/2010/12/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.307 seconds -->

